Kamis, 16 Desember 2021

Fensos perumahan bersubsidi

Kami hidup dilingkungan perumahan bersubsidi. Dimana strata sosial nya begitu beragam. Tak heran jika 'keruwetan' nya pun cenderung tinggi.

Perumahan bersubsidi itu bisa semua kalangan bisa menjangkaunya. Yang pendidikan rendah sampai pendidikan tinggi sekalipun. Disamping itu, di indonesia, kadang ada salah kaprah tujuan. Maksud awal perumahan bersubsidi tersebut untuk kalangan menengah kebawah (malah mungkin untuk kalangan bawah), tapi kemudian orang dengan kelas ekonomi tinggipun bisa memilikinya (dengan membeli rumah lebih dari satu menggunakan nama orang lain).

Bayangkan betapa heterogennya lingkungan sosial diperumahan bersubsidi tersebut. Yang orang tidak paham terkadang munculnya ego-ego yang sebagian besar dari faktor ekonomi: Gw kerja dimana, mobil gw berapa, rumah gw ud lantai dua atau belum, dan gw berprofesi sebagai apa. Hal ini lebih banyak dimunculkan pribadi-pribadi untuk merasa unggul dari yang lainnya. Padahal mereka tidak sadar, bahwa yang mereka lakukan adalah ketidakpantasan. Apa hal? Kalo memang dia merasa ego dan mampu, kenapa harus ambil perumahan bersubsidi. Ambilah cluster atau perumahan yang memang khusus kelas atas. Ada nuansa picik dan pinter kodek dari pemikirannya.
Dilain sisi, ada jenis ketiga orang yang tinggal diperumahan bersubsidi. Yaitu orang-orang kampung asli yang dibujuk oleh pengembang, sehingga tanah dia dituker dengan rumah bersubsidi tersebut.

Bayangkan, betapa heterogennya lingkungan tersebut.

Jika ditinjau dari sisi kebersamaan, maka dibandingkan diperkampungan maupun diperkotaan (perumahan cluster), lingkungan perumahan bersubsidi ini serba nanggung. Kebersamaan: banyak orang yang merasa gayanya lebih tinggi dengan yang lain. Kepedulian lingkungan: banyak orang yang gayanya merasa harus individual (karena tinggal diperumahan).

Jadi jangan heran kalo kita masuk keperumahan bersubsidi (khususnya Banten-sesuai pengamatan saya), kesan pertama adalah kumuh dan acak-acakan : pager melampaui selokan ditambah selokannya ditutup dan mampet, parkir mobil didepan rumah dimana jalan hanya bisa dilalui 2 mobil (beli mobil gada parkiran), ruang publik tidak terawat (fasos dan fasum) jadi tempat pembuangan puing dari pembangunan rumah yang tak pernah selesai (selalu ada pembangunan, untuk saingan dengan tetangga dengan melampaui batas subsidi -perubahan bangunan tidak disertai perubahan IMB), ruang kosong dijadikan parkir sembarangan kalau ada tamu.

Itulah fenomena yang ada. Dan ditambah dari sisi SDM terkadang yang menjadi RT dan RW adalah orang-orang yang kompetensinya kurang (sisa dari orang-orang yang tidak terlalu sibuk bekerja). Akhirnya tuntutan dari warga tidak selaras dengan kinerja dari para pejabat RT dan RW. Tapi, mau bagaimana lagi toh juga RT dan RW hanya digaji 500 ribu perbulan itupun keluarnya per 3 bulan. Akhirnya, kadang ini sebagai mata penceharian (bagi yang tidak bekerja) tanpa mengindahkan warga.

Kemudian apa solusinya?

Karena ini agak berat dan harus konsentrasi, solusinya tak lain dan tak bukan adalah edukasi. Edukasi untuk menumbuhkan kesadaran kolektif. Mengkampanyekan hak dan kewajiban sebagai warga dengan pendekatan sosial. Siapa yang melakukan ini?
Pertama RT & RW, kemudian tokoh-tokoh agama/mesjid. Sehingga, penunjukan orang pada posisi tersebut sangat strategis. Tidak boleh asal-asalan. Harus ada orang yang mumpuni secara kepemimpinan, manajerial dan administrative untuk menduduki posisi penting dalam masyarakat perumahan bersubsidi.

Sekilas hampir sama dengan lingkungan lain baik diperkampungan maupun di cluster. Tetapi kalo ditelaah lebih lanjut, diperumahan bersubsidi agak beda: lebih ketat dan harus menunjukan diri untuk mumpuni, agar dipercaya banyak orang yang egonya tinggi. Ini tantangannya lebih tinggi. Kalau diperkampungan, ketokohan seseorang lebih diakui (karena sejarah turunannya), sehingga akan melakukan apapun dituruti, kalau diperumahan subsidi, tidak begitu, karena rata-rata pendatang dan tidak saling mengenal. Kalau diperumahan cluster, sudah saling memahami karena rata-rata homogen dan pendidikan tinggi: cukup disodorkan program yang bisa dipahami dan logis, masyarakatnya akan otomatis mengikuti. Di perumahan bersubsidi, karena random, kadang semua merasa bisa (padahal belum tentu), dan cenderung tidak percaya kepada yang lainnya.

Nah, untuk itu sekali lagi ditekankan untuk mendapatkan SDM pemimpin yang bagus dilingkungan bersubsidi. Untuk leading edukasi, memberikan pemahaman hak fan kewajiban dengan muara kesadaran diri, agar tercipta masyarakat yang madani (beradab).

Beberapa langkah kongkrit si pemimpin tersebut (RT RW) versi saya:
1. Konsolidasi internal (Warga & Perangkat organisasi). Warga: Data seluruh warga, bila perlu didatangi ke setiap rumahnya, ajak komunikasi, jika sudah terkumpul, buat acara semacam sarasehan bersama (baik rt maupun rw). Perangkat organisasi: Cari orang-orang inti yang sepemikiran, taroh orang tersebut di organisasi inti (cari yang mau aktif).
2. Tentukan visi misi dan program kerja: visi dan misi dimapping oleh pemimpin, program kerja dibuat berdasarkan brainstorming saresehan antar warga.
3. Sosialisasi: bisa dilakukan 2 tahapan. Ke setiap warga di RT2 (pertemuan dikoordinir RT), pertemuan keseluruhan (ke RWan - Seluruh warga)
4. Buat grup se RW (telegram) - grup bebas, untuk penyampaian progres proker dan laporan keuangan.
5. Mulai eksekusi: program yang dibuat dicicil untuk dilaksanakan. Program utama: Administrasi (pendataan warga, surat, dll) dan lingkungan (gotong royong, dll). 
6. Evaluasi tahunan: selalu adakan pertemuan setiap tahun selama periode kepengurusan.

Ini masih bersifat internal, tahun kedua dan ketiga mulai melebarkan sayap eksternal ke keluarahan dan kedinasan lainnya.

Demikian.
Serang, Des 2021

Senin, 13 Desember 2021

Tentang Wikipedia


Pesan ini perlu saya teruskan, terutama untuk siswa & mahasiswa generasi z:

Bener gak sih kalau Wikipedia itu gak boleh dijadikan referensi? Betul! Artikel di Wikipedia jangan kamu jadikan referensi. Ketika kamu cari informasi di Wikipedia, pakailah referensi-referensi yang digunakan di artikel Wikipedia sebagai rujukan, bukan artikel Wikipedianya, ya! Jadi, anggap saja Wikipedia sebagai "pintu masuk" untuk mendapatkan referensi yang baik.

Artikel di Wikipedia informasinya bener gak sih? Sama seperti kamu membuka situs apapun di dunia maya, kamu juga harus kritis ketika baca artikel Wkipedia. Jangan langsung telan mentah-mentah informasi yang ada. Perhatikan di artikelnya ada rujukannya atau enggak. Rujukan di tiap artikel Wikipedia itu ditandai dengan angka-angka [1], [2], [3], dan seterusnya. Kalau ada angka seperti itu, diklik saja, nanti kamu diarahkan ke rujukan aslinya yang jadi sumber untuk artikel itu. Setelah tau sumber aslinya, sekarang dilihat, apakah sumber aslinya kredibel atau nggak. Perhatikan, seberapa baik "tingkat" referensi itu. Sumber dari medsos, blogspot pribadi, buku terbitan sendiri, tentulah bukan contoh rujukan yang kredibel.

Kalo gitu, rujukan yang dipakai di artikel Wikipedia juga harus kredibel dong? Tentu! Komunitas Wikipedia udah punya standar acuan umum referensi macam apa yang dapat digunakan di Wikipedia. Standar ini udah disepakati bersama oleh komunitas dan ada beberapa tingkat kepercayaannya: (1) Dapat dipercaya: jurnal ilmiah, buku terbitan penerbit terpercaya, majalah/tabloid ilmu pengetahuan, media massa nasional, dan tugas akhir yang sudah diuji ahli; (2) Enggak disarankan: buku terbitan sendiri, sampul kaset, artikel sembarang dari situs populer; (3) Sebisa mungkin dihindari: blog, koran kriminalitas, tabloid gosip; (4) Sama sekali enggak bisa: semua Wikipedia bahasa lain maupun situs lain yang sistemnya mirip Wikipedia, facebook, Twitter, Instagram, Line dan Whatsapp. Jadi, jangan gunakan pesan dari wa/line kamu sebagai rujukan, ya!

Demikian, Pengetahuan makin berarti, ketika kita mau berbagi"

__

Riki Gana Suyatna

Minggu, 21 November 2021

Hari Guru Indonesia

Untuk Hari Guru Indonesia (25 Nov 2021):

Assalamualaikum.

Ketua pembina yayasan, kepala sekolah, bapak/ibu guru, bapak/ibu tenaga kependidikan yang saya hormati: Selamat hari guru nasional, 25 Nov 2021.

Seperti kata ki hajar dewantara, bahwa guru harus mempunyai semangat tut wuri handayani. "Didepan memberi contoh/teladan, ditengah memberikan ide, dan dibelakang selalu mendorong murid untuk maju." Hal ini sesuai dengan tema event hari ini: bergerak dengan hati, pulihkan pendidikan. Karena peran sentral pemulihan pendidikan bersumber dari guru.

Dilain sisi, diera pendidikan 4.0, gurupun dituntut untuk mempunyai kreatifitas yang tinggi (menyeimbangkan dengan murid generasi z). 

Tapi, seperti kata abraham maslow dengan teori hierarki kebutuhan manusianya: bahwa kreatifitas yang tinggi tidak akan muncul jika kebutuhan dasar tidak terpenuhi.

Maka dari itu, mari kita berdoa semoga kesejahteraan para guru (khususnya yang ada disekolah ini) semakin hari semakin baik, agar daya kreatifitas semakin tinggi, yang nantinya berdampak pula pada kemajuan dari sekolah yang kita cintai ini.

Kemudian, ada dua masukan yang hendak saya utarakan kepada sekolah, terkait event hari guru ini:

1. Karena ini momen hari guru, kedepan, alangkah baiknya digagas u/ seremoni penghargaan terhadap guru-guru (misal: guru terbaik, guru favorit bisa berdasarkan jajak pendapat dari murid; guru pengabdian terlama, dll). Tidak perlu hadiah besar, cukup piagam penghargaan sebagai pengakuan.

2. Karena lokasi sekolah berada di Banten,tetapi siswanya banyak dari luar banten, alangkah baiknya sebagai upaya untuk pengenalan budaya Banten, diadakan isi acara yang bermuatan budaya banten. Tercatat lebih dari 10 warisan budaya tak benda di Banten (3 diantaranya sesuai dengan PERGUB No 15 tahun 2014 (kurikulum senibudaya banten) jaman pak rano karno, harus dimasukan di mulok SMK: Pencak Silat, rampak bedug & membatik banten).

Demikian yang dapat disampaikan, selamat hari guru, dan selamat pelantikan dan pengukuhan bagi para siswa sekalian.

Selanjutnya sebagai guru seni budaya, izinkan saya menyumbangkan sebuah lagu sunda. Sebagai informasi, bahwa teritori banten terluas dalam bidang kebahasaan adalah penutur bahasa sunda banten (banten kidul seluruhnya, banten tengah sebagian, dan banten utara sebagian).

Wassalamualaikum wr.wbr

(Rikigana)

Sabtu, 20 November 2021

Ada lagi yang meninggal

ada lagi yang meninggal, temn SMA. Penyakitnya kelenjar getah bening. Belum menikah.

Walau saat ini pemberitaan meninggal akibat covid 19 sudah mulai mereda. Tapi, pemberitaan meninggal masih tetap ada, dilingkungan terdekat.

Saya tidak terlalu hapal, bagaimana penyakit kelenjar getah bening tersebut. Yang terutama terlihat dari ciri fisik beliau yang sanagt kurus, untuk ukuran dan seumur begitu (sudah bekerja, dan berumur sudah mateng).

Jika dulu jaman SMA kurus, bisa jadi karena kutrangnya penghasilan. Tapi, kalau sudah bekerja, tentu uang untuk sekedar makan akan tercukupi.

Kurusnya pun bukan karena diet, seperti keinginan cewe-cewe gendut jaman sekarang, yang memandang kegendutan adalah bentuk ketidaksempurnaan. Kurusnya lemas, dan seperti tidak bergairah, justru berlawanan dengan tabiat dia yang ceria dan sedikit seperti kewanita-wanitaan. Banyak interaksi di grup dengan canda gurauan yang tidak mengandung unsur ketersinggungan.

Namun, kemudian 2 minggu terjadi perubahan (mungkin seiring kegawatan dari penyakitnya), terlihat lebih serius dan keluar dari grup SMA.

Semoga Amal Ibadahnya di terima oleh Allah SWT. Aamiin YRA

(rikigana)


Kamis, 11 November 2021

Sore indah, Selepas Ashar

Sore indah, selepas ashar.

Cuaca baik

Sejuk

Adem

Setengah hujan

Sore indah, selepas ashar

Ditaman tengah rumah

Didekat kolam ikan

ikan, ah lupa

saya sekarang banyak lupa

lupa untuk mengucapkan

ada rahasia jika sering lupa

Sore indah, selepas ashar 

Cengkrama dengan keluarga

Anak-anak

Istri

menunggu magrib

Dengan tenang dipohon ketapang kencana

Dengan riang didepan laptop

ditemani pula dengan radio

oh..

Sore indah, selepas ashar

Maafkan saya gusti

Jika selalu telat mensyukuri


(serang, 11.11.2021)

Rikigana



Kamis, 04 November 2021

NOVEMBER LAGI

Wah, oktober sudah terlewat. Sudah november, tidak terasa bukan. Seperti biasa menjelang akhir tahun, kegiatan Alhamdulilah sangat banyak. Perlu dituliskan disini, beberapa kegiatan sebagai arsip dan memorabilia.

1. Wisuda dilangsungkan di Sabtu, 30 Oktober 2021 (merupakan episode wisuda offline 1 - setelah rame-rame pandemi covid-19). Bertempat di Kampus baru UNTIRTA Sindang Sari. Luar biasa! Saya lulus di Januari dan baru ikut wisuda Oktober, ada kesengajaan yang tidak sengaja. Menunggu lama untuk berkesempatan mengikuti wisuda offline.

2. Pengaspalan jalan lingkungan di perumahan (taman Mutiara Indah khususnya RW.16). Alhamdulilah, saya menjembatani warga untuk mewujudkan cita-citanya. Tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Biaya ditanggung seluruhnya oleh Artesis 34, dimana sebagai ketua adalah saya.Setealh 8 tahun tinggal, dan program pemerintah tidak pernah turun, akhirnya berkat pengelolaan artesis yang baik, cita-cita mempunyai lingkungan yang teraspal terlaksana dengan baik. Saya turut bahagia, jika warga pun bahagia. Luar Biasa! Program selanjutnya memperbaiki saluran dan taman olahraga (juga) taman bermain anak.

3. Istri keterima jadi Dosen Hukum di Universitas Primagraha serang. Akhirnya, selain Notaris dan PPAT istri ikut juga mengabdikan ilmunya di kampus. Ini pencapaian yang luar biasa. Untuk saya, sementara masih ngajar di kampus teknik Cilegon, dan ngejar NIDN, semoga segera bisa pindah ke Serang yang lebih dekat dengan rumah.

4. Ikut Taleq CIMANDE TTKKDH, dari kecil saya sudah kenal bela diri Cimande (karena bapak besiknya adalah jawara seni beladiri Cimande), tapi dari waktu kecil saya tidak benar2 belajar Cimande, tidak pernah ikut prosesi lengkapnya. Kekhawatiran bapak yang berlebihan (berdasrkan pengalaman hidup beliau yang suka berantem karena pegang cimande) membuat saya hanya diajarin "ngibing" nya saja. Tidak diajari seni beladirinya. Nah, karena penasaran dan baru sempat adanya waktu dan kesempatan, di bulan Oktober lalu, saya ikut prosesi KECERAN dan TALEQ Cimande dilingkungan perumahan. Luar Biasa!

Demikian.

(rikigana)


Jumat, 15 Oktober 2021

Ikut Thariqoh

 Thariiqoh atau tarekat merupakan jembatan (menurut ukuran orang yang menuju 'sufi').

Kemarin (Rabu, 14 oktober 2021), berkesempatan ikut untuk ijazah thariqoh Sadziliyah di Cidahu Pandeglang.

Mengikuti prosesi bai'at yang dipimpin Abuya murtadlo (anak Alm. Abuya Dimyathi).

Diberi amalan (dalam sebuah kitab).

Prosesi dimulai dengan shalat taubat.

Dilanjutkan izajah dan baiat satu persatu maju kedepan. Di bimbing oleh Abuya Murtadlo.

Waktu pelaksanaan ini bertepatan dengan Bulan maulid nabi Muhammad SAW.

Demikian


(rikigana)