Sabtu, 24 Oktober 2026

ANAK-ANAK GHANA

Saya senang aktif. Sampai saat ini tercatat mempunyai beberapa profesi: Wirausaha (founder Harum Kula Gana), Dosen Tetap, Advokat dan Konsultan Hukum Bisnis (GANA & GHANA Law Firm), Aktif dalam pembicara-pembicara dalam berbagai event, aktif dikemasyarakatan (mesjid,dll), Aktif dalam beberapa Organisasi (GOLKAR, KADIN, LEMHANNAS, PII, PADIRAYA, ALUMET, dll).

Sekali lagi saya senang aktif, dan berdaya guna.

Istripun demikian (entah mungkin karena kebawa saya atau memang ya senang menajalni sesuatu saja, agar tidak stuck) : Notaris & PPAT, Dosen Tetap di kampus yang sama (UPG), Tutor Tetap di Universitas Terbuka, Pegang usaha ANUKULA Cafe & Resto, dll.

Bedanya, karena istri ada anak-anak, dan kelihatannya lebih senang memasak dan kumpul berkreasi dengan karyawan, istri saya tidak begitu aktif berorganisasi, alakadarnya saja. Tapi dikenal oleh orang lain di organisasi maupun di masyarakat.

Otomatis kesibukan kami ini, sangat sedikit waktu untuk anak-anak.

Eits... nyatanya, kami siasati. 

Diawal kami akan aktif, kami sudah diskusi cukup panjang, kesimpulannya: dengan segala konsekuensi yang ada, agar kita tidak jauh dari anak-anak, maka aktifitas utama kita, kita usahakan berada di rumah -- kantor sebelahan dengan rumah, begitupun cafe, ngajar nyari kampus yang bisa online (sesekali offline), juga organisasi yang tidak mengharuskan banyak ketemu offline dan padet kegiatan.

Alhamdulilah itu terlewati.

Idenya adalah: walau kami sibuk, tapi kami tiap harinya selalu ada interaksi dengan anak-anak. Walau konsekuensinya adalah kami bawa klien ke kekantor yang dekat dengan rumah. Positifnya anak-anak jadi tau aktifitas orang tuanya.

Mimpinya adalah memperbaiki kantor agar lebih terpisah dengan rumah dan agar lebih profesional, gagah, dan tidak terlalu mengganggu aktifitas rumah dan keluarga.

Tentu saja menyesuaikan dengan keuangan. Kami bukan orang yang Have. Sekadar memenuhi apa yang memang harus dipenuhi --untuk saat ini.

Mungkin kelas menengah, yang kadang kurang perhatian dari pemerintah. hehe..

Kembali ke anak:

Alhamdulilah, saya jadi tau tumbuh kembangnya anak-anak.

Dengan segala tetek-bengek dramanya. 

Mengurus anak itu pelajaran yang tidak ada habisnya.

Menarik unik, Kadang memang sulit.

Tiga anak yang berbeda karakter. Tiga anak yang beda rentang usia 2 -3 tahun. Dua Anak laki-laki dan satu anak perempuan.

Kadang saya menjadi terheran-terheran ternyata banyak potensi dari mereka. Misal: sikaka ternyata jago gambar, padahal saya tidak, mungkin menurun dari trah keluarga besar. Si Aa yang rapih, kritis dan pintar sistematis tolong menolong. Si dede yang jago bicara detail, komunikasinya begitu bagus.

Lagi-lagi saya bersyukur kepada Alloh SWT, telah diberikan segala nikmat ini, termasuk nikmat mengasuh anak-anak.

Kenangan ini tentu akan abadi.

Suatu saat, jika blog ini masih ada, dan semoga terbaca oleh anak-anak yang sudah besar, saya hanya ingin mengatakan dari hati yang paling dalam:

SAYA SEBAGAI AYAH, SANGAT BANGGA MEMPUNYAI TIGA ANAK KESAYANGAN INI.

Demikian,

- Riki Gana S


Jumat, 23 Oktober 2026

2026 Keramat

 Ini Oktober 2026.

Saya kira blog ini sudah hilang dan tidak bisa diakses.

ternyata masih bisa. 

Makanya saya update hari ini -- untuk meninggalkan jejak.

Jejak kehidupan, bagaimana perjalanan dari hari-ke hari waktu ke waktu.

2025 kemarin kantor kami (saya dan istri) kena dojaan --utamanya penghianatan teman. Sehingga riweuh berurusan dengan APH, dll.

Ini jadi pelajaran yang SANGAT-SANGAT berharga. Tapi begitulah. Risiko profesi.

Alhamdulilahnya kami betul tidak punya niat jahat dan tentu Alloh Maha Tau. 

Ini hanya cara Alloh untuk menguji ketangguhan kami.

Kami dijadikan cara atau lebih tepat dikorbankan oleh orang yang sedang berperkara. Yang pengurusannya melalui kantor kami.

Walau sampai saat ini belum selesai 100%, tetapi rasanya dari sisi profesional kami, ini sudah ada titik terang dan penyelesainnya. Mungkin tersisa beberapa administratif yang harus diselesaikan.

Hikmahnya, kami jadi tau apa yang sesungguhnya terjadi dan risiko apa yang berakibat di dunia kami.

Hikmah selanjutnya, seperti Alloh memberikan pelajaran berharga. Dimana Alhamdulilahnya, saya di 2026 mengembangkan keahlian baru dan bisa menyelesaikan pendidikan profesi Advokat dan menjadi Advokat.

Seperti Alloh memberikan pelajaran terlebih dahulu, bagaimana beracara, juga bagaimana harus berpihak pada keadilan. 

Seolah diberitahu, bahwa begitulah perasaan orang yang di dzolimi. Begitulah perasaan orang yang berhubungan dengan APH. Atau sederhananya, begitulah tata cara berperkara.

Agar bisa di ingat, bahwa, jika kamu taat, dan kamu memilih jalan ini, maka hendaknya kamu tetap berpegang teguh pada yang Maha Kuasa: Alloh SWT.

Jadi, jadilah advokat yang bertintegritas.

Belalah orang yang seharusnya di bela.

Ternyata, orang tidak salahpun bisa diperkarakan.

Bisa dikorbankan.

Bisa dipidanakan.

Itu rahasia umum memang, dan segala tetek bengek 'aliran' didalam pengurusannya.

Bagaimanapun, terima kasih ya Alloh,

Terakhir, izinkan saya berdoa dalam bahasa sunda buhun, Doa saya: "Ya Alloh....Ya Muhammad....

- Pangjungjungkeun harkat darajat

- Pangbukakeun lawang rizki

- Pangbukakeun lawang kasenangan jeung kamulyaaan

- Pangjauhkeun dina sagala cobaan jeung dojaan

- Pangdeukeutkeun jeung ilahi robbi.


Amiin YRA..


Wowlohuaallam bi showab..


Okt 2026

- rikiganas