Minggu, 17 Juli 2022

Kekuatan dan Kelemahan

Malam ini sebelum tidur, saya merenung.

Kebetulan betul-betul mata tidak mengantuk.

Saya teringat saat sesi wawancara ordinary saat ingin memasuki sebuah klub seni calung/angklung di sebuah museum di Bandung (kenapa saya ikutan? Karena saya begitu penasaran dan menikmati seni sunda).

Tentu ini bukan wawancara pertama, bahkan saya pun biasa mewawancarai orang. Ungkapan :" apa kelemahan dan kekuatan/kelebihan anda?" Merupakan hal yang biasa dan sangat2 umum. Hanya saya baru menyadari secara mendalam kalo dulu hanya menjawab hal tersebut sering bercampur dengan retorika agar terlihat bagus dan tentu bisa di terima (bukan tidak jujur).

Ternyata, kelemahan dan kekuatan saya yang sebetulnya adalah sistematis perfeksionis (kata lain suka mengatur orang secara sistematis dan detail).

Kelemahannya: setiap masuk dalam organisasi atau melihat sesuatu yang tidak pas dan teratur, pasti saya akan terpanggil untuk mengaturnya (menciptakan sistem2, dll), ini yang menimbulkan gesekan dengan orang yang sangat status quo (apalagi ada maksud pribadi/uang untuk dirinya kalo sesuatu itu di benahi). Akhirnya, timbul friksi, dan ada tekanan tersendiri (bukan karena orangnya) khususnya di kepuasan diri sendiri. Saya merasa kacau dan agak tertekan dengan hal yg lambat dan belum bisa diatur tersebut. Saya cenderung tegas, jika dirasa itu memang benar dan harus dilakukan, dilain sisi, orang sangat tidak suka berkelompok dan kemudian mereka coba memusuhi. Akhirnya keharmonisan terganggu.

Kekuatannya: perfeksionis ini membuat saya menjadi kuat dalam hal leadership dan manajerial. Hampir bisa dipastikan, ketika saya mengatur, tidak pernah ada yang menyanggah (kalopun ada secara terbuka, bisa diselesaikan dalam diskusi). Sehingga, semua visi,misi,tujuan seringnya selalu tercapai. Dan hasil akhir itu selalu membuat saya merasa bangga dan dihargai oleh diri sendiri.

Melihat dua hal tersebut, tentu ada ancaman dan peluang. Akhirnya, malam ini saya coba internalisasi untuk mendapatkan cara untuk mengatasinya (strategi). Poin utama strateginya adalah harus mampu memilah dan memilih mana yang harus dimasuki mana yang tidak. Juga harus bisa memosisikan diri. Saat kapan menjadi ini, saat kapan menjadi itu. Tak perlu semua perfect, tapi menyampaikan tidak apa-apa. Tidak harus di semua aspek terlibat. Harus memilih aspek mana yang prinsip untuk bisa dimasuki, dan mana yang tidak. Saat kapan harus jadi pemain, dan saat kapan harus jadi penonton.

Demikian

* Rikigana


Mei - Juli 2022

Menulis, dalam satu sisi, menjadi obat bagi saya. Obat untuk men deliver sesuatu hal yang di pikirkan. Agar tertata dengan baik. Agar satu persatu yang di pikirkan bisa diselesaikan. Sehingga bisa tidur dengan nyenyak.

Sehingga, saya ingin, maka saya nulis.

Saya kira perlu, maka saya tulis.

Rentang waktunya memang lumayan jeda, dari maret baru menulis kembali di pertengahan Juli.

Karena, semua rasanya hanya berbentuk aktifitas rutin yang memang cukup menyibukan, diantaranya:

Dalam pekerjaan, per juni 2022, sebagai dosen tetap di politeknik krakatau, saya dipercaya untuk memegang jabatan struktural di kampus (ketua program studi bisnis digital), di kegiatan pendampingan umk (sebagai nukula konsultan) lumayan disibukkan dengan mendampingi (menjadi trainer)sekaligus juga berlatih/training tentang berbagai jenis pendampingan umk: halal, bpom, cyber, dll). Jadi, lumayan padet dan melelahkan. 

Dikemasyarakatan saya cukup banyak terlibat, dan sejujurnya malah sebagai inisiator yang melahirkan konsep2 kemasyarakatan yg baru, ditambah merapikan organisasi2 yang ada. Di kematian dan lingkungan, saya buatkan organisasi LSO secara khusus, di DKM saya buatkan peraturan organisasi (tatib) untuk pemilihan ketuanya dan masih harus terlibat juga dalam pembenahan program dan pelaksanaannya. Di artesis, alhamdulilah  sdh berjalan, hanya rutinitas yang memang dengan waktu pasti untuk dilakukan.

Dikeluarga, alhamdulilah dua bulan ini banyak momen tercipta: di Juni 2022 anak yang bungsu (dede rajendra) selesai bersunat (jadi sudah selesai tugas untuk bersunat dua anak laki2), selanjutnya anak-anak mulai sekolah -- haura naik kelas 4 sdit, sakha masuk sekolah kelas 1 sdit, dan rajendra masuk paud (semua diusahakan sekolahnya sama, maksudnya adiknya mengikuti sekolah bekas kakaknya).

Begitulah aktual kesibukan di maret - jul.

*

(Riki gana)