Kamis, 19 Maret 2020

14 H a r i

Masih dalam amasa karantina wilayah (lock down dalam bahasa inggris).

Dengan waktu 14 hari, yang sampai dengan hari ini baru berjalan sekitar 6 Hari. Antara efektif dan tidak. Antara efisien dan tidak. Apa sebab? Di sekitaran kami, tak ada perubahan yang drastis. Orang tetap berkerumun, jalan-jalan dan melakukan aktifitas sebagai mana biasanya. Dalam hal disiplin, masyarakat indonesia masih sangat jauh dari sempurna. Mungkin bisa karena tidak paham, lainnya pura2 bego, lainnya mabok agama.

Semua himbauan tak dihiraukan. Merasa tak perlu di khawatirkan, karena punya tuhan. Sepersiakan memang serasa tidak salah, bagi sebagian orang dungu bisa menjadi kebenaran. Tapi, inilah bahaya nya. Ketidak pahaman yang justru menjerumuskan orang lain.

Banyak teori sederhana menjelaskan, lock down yang dilakukan, di harapkan memutus mata rantai penularan virus. Dengan asumsi mengkarantina orang yang kena dan membiarkan mereka untuk di sembuhkan. Dan juga, memutus rantai penularan agat tidak menjadi wabah besar. 14 hari merupakan siklus virus corona untuk beratahan di tubuh manusia. Apabila masa 14 hari tersebut terlewati, akhirnya virus tersebut akan mati dengan sendirinya oleh imun tubuh kita.

Beberapa waktu lalu, indonesia di nobatkan sebagai negara maju. Lantas, apa betul begitu? Hampir sebagian besar orang nyatanya masih melakukan perkeliruan-- secara bersama-sama.
(rikigana)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar