Minggu, 10 Mei 2020

Dinamis Hidup

Saya buka catatan dulu, di blog ini.
Pada tahun 2017. Saya menulis bahwa tak seperti bapak, hidup saya cenderung monoton. Sekolah, kerja, lurus-lurus saja.

Akhirnya, saya baru tersadar sekarang, jawaban fase kehidupan monoton itu, terjadi sekarang. Saya berhenti kerja di yang sudah 8 tahun. kemudian kerja lagi hanya 3 bulan. merasakan menganggur tanpa arah. Merintis usaha yang juga belum jelas juntrungannya seperti sekarang ini yang kemudian kena pula dengan lockdown corona. mengajar sejarah di SMK Pelayaran Nusantara. Dan ketidakpastian (kedinamisan) lainnya -- baru-baru ini hasrat saya untuk sekolah S2 lagi di jurusan sejarah, setelah S2 manajemen selesai, rasanya ingin kembali di capai. Rasanya mulai pada track keinginan.

Hidup ini penuh rahasia -- bagi manusia. tapi tentu tidak bagi maha pencipta. Hanya kadang saya terlalu cepat menyimpulkannya. Lantas apa pelajarannya: sederhana, lakukan yang terbaik yang saat ini sedang di depan mata. Walau ini berat, dan bahkan membuat stres. terutama bagi saya pengagum keteraturan. Sekarang baru sadar, hidup dalam ketidakteraturan dan ketidakpastian (dinamis) lebih berat atau lebih tidak terbiasa dari hidup safety dan monoton.

Nyatanya tak seindah motivator berucap. Bahwa orang gajian itu tak bagus. usaha itu lebih baik. Hal itu bagi orang-orang yang memang sudah lama malang melintang. Bukan yang tiba-tiba berhasil. Itulah saat-saat terberat bagi kaum gajian saat beralih pada kaum yang tak pasti penghasilannya.

Ya Alloh, semoga saya selalu menjadi lebih baik
(rikigana)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar