Minggu, 09 Agustus 2020

Warning Subuh

 Saya agak terhenyak, begitu ada senior (tetangga kebetulan satu almamater S1) mengingatkan tentang pergaulan di masyarakat.

Ini memang jadi satu kelemahan. Saat saya mauk didalamnya, saat saya mempelajari apa yang harus dilakukan, saya jadi terjebak di rutinitas itu, dan terkadang agak menurunkan kualitas pemikiran guna penyesuaian di lingkungan sekitar.

Seperti kata senior tadi, saya jadi cenderung berubah, pelan-pelan terwarnai mengikuti standar rendah yang ada dilingkungan.

Sebetulnya ini saya sadari. pun saya prediksi (bisa dibilang strategi).

Saya harus mendapatkan pengakuan terlebih dahulu dilingkungan kemasyarakatan. untuk mengetahui seluk-beluk yang ada. Minimal dikenal.

Tapi, saya harus berterima kasih kepada yang mengingatkan tadi. Saya sudah cukup kebablasan. Harus ada remnya. Dan ini saatnya.

Menjadi orang lain itu (menurunkan kualitas) itu tidaklah nyaman. Kita boleh menyesuaikan, tetapi bukan berarti kita jadi ikut seperti itu.

Mesti tau batas mana yang harus kita lakukan.

Terimakasih sudah mengingatkan, saatnya kembali ketujuan, fokus-fokus apa yang harus dikerjakan untuk masa depan.

*(rikigana)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar