Kamis, 10 Desember 2020

Pilkada Cilegon 2020

Melihat kemenangan Heldy-Sanuji (versi QC) di pilkada Cilegon, saya ikut-ikutan merasa puas.

Bukan karena beliau (pak Heldy) sebagai alumni untirta; bukan karena saya beberapa kali ikut pelatihan kewirausahaannya; pun bukan karena bersanding dengan PK Sejahtera; bukan pula karena sdh lama berteman di fb;  atau karena  lingkungan tim pemenangannya berada pada irisan yang sama. Bukan!

Puas karena adanya "new taste." 

New taste menelorkan "new hope."

-

Saya agak kenyang di Cilegon. Lebih dari sewindu 'merasai' Cilegon -- yang lingkaran puncaknya itu-itu saja, dan disitu-situ saja. Monoton : se-monoton jalur kotanya yang hanya segaris dari Simpang ke PCI.

Politik dinasti tak selamanya buruk. Saya setuju! Ada banyak informasi menyebutkan, beberapa kompeten dan terseleksi. 

Hanya: identiknya kasus korupsi, deket-deket ke dinasti. Gaya kencing berdiri, di improvisasi dengan kencing berlari; Satu masuk bui, yang lain nya (isi sendiri).

-

"RASA ITU TAK PERNAH BOHONG."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar